Mengenal Faktur pajak dalam Pajak, Fungsi dan Jenisnya

Hingga saat ini masih banyak pelaku bisnis yang belum mengerti tentang istilah yang ada dalam dunia bisnis dan ekonomi, misalnya faktur pajak. Faktur pajak adalah sebuah bukti penjualan yang sangat penting dalam dunia bisnis. Hal ini tidak terlepas dari fungsi faktur pajak yang dapat menjadi sebuah bukti penagihan dalam transaksi.

Jika Anda termasuk pelaku bisnis yang belum paham atau belum menggunakan faktur pajak dalam bisnisnya, maka artikel ini akan sangat membantu.

Karena artikel ini akan mengupas tuntas segala hal tentang faktur pajak. Mulai dari pengertian faktur pajak, komponen, fungsi, jenis hingga contohnya dalam berbisnis.

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari faktur pajak. Mulai dari pengertian secara umum hingga pengertian dari ahli. Berikut ini pengertian faktur pajak yang harus Anda ketahui:

1. Secara Umum

Secara umum faktur pajak adalah sebuah dokumen yang berisi tagihan ataupun kredit yang dikirimkan oleh penjual kepada pembeli. Faktur pajak ini akan berperan sebagai barang bukti penjualan antara keduanya. Oleh karena itu, faktur pajak memiliki peran yang penting dalam dunia bisnis.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, faktur pajak atau invoice adalah daftar barang-barang yang harus dikirim kepada konsumen. Biasanya faktur pajak juga memuat nama, jumlah, beserta harga yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Setelah Anda mengetahui pengertian faktur pajak baik yang secara umum maupun para ahli. Maka, hal selanjutnya untuk mengenal faktur pajak adalah mengetahui komponen dari faktur pajak itu sendiri.

Faktur pajak dikenal sebagai dokumen penting yang tentunya memuat komponen penting dan unik. Berikut ini beberapa komponen yang biasanya dimuat pada faktur pajak:

  1. Nama perusahaan atau nama penjual. Bagian ini terdiri dari nama, logo dan alamat perusahaan. Biasanya juga ditambahkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  2. Nama konsumen juga dimuat bersama dengan alamatnya.
  3. Nomor faktur pajak atau nomor transaksi faktur pajak. Nomor faktur pajak adalah komponen yang cukup penting, karena didesain secara unik dan memiliki arti. Biasanya, setiap tanggalnya menandakan tanggal, kode pembeli atau konsumen dan lain-lain.
  4. Tanggal faktur pajak saat dicetak.
  5. Detail transaksi barang.
  6. Nominal yang harus dibayarkan. Biasanya, nominal ini mencakup sub total belanja, diskon (jika ada) dan pajak yang harus dibayar oleh pembeli.
  7. Nama lengkap beserta tanda tangan dari kedua belah pihak yang bertransaksi, yakni kasir dan pembeli. Hal ini merupakan bukti transaksi telah dilakukan atas persetujuan dua belah pihak.

Fungsi Faktur pajak

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jika faktur pajak merupakan komponen penting dalam dunia bisnis. Hal ini disebabkan oleh fungsi yang dimiliki oleh faktur pajak. Jadi, apa saja fungsi faktur pajak yang harus Anda ketahui? Berikut diantaranya:

  1. Faktur pajak berfungsi sebagai bukti yang absah ketika menambahkan transaksi ke pembukuan keuangan.
  2. Faktur pajak bisa digunakan sebagai laporan yang absah untuk tanda terima barang serta faktur pajak untuk pajak.
  3. Faktur pajak sebagai wadah penyimpanan arsip keuangan atau penjualan. Karena faktur pajak memiliki informasi yang lengkap dari data pembeli sampai barang atau jasa yang dibeli.
  4. Dokumen untuk menyimpan informasi mengenai jumlah tagihan dan termin pembayaran yang wajib dibayarkan oleh pembeli.
  5. Menjadi bukti sumber rujukan yang sah apabila barang atau jasa yang dimuat akan dijual lagi kepada pihak lain.
  6. Untuk menjaga kepastian hukum bagi penjual dan pelanggan jika faktur pajak lengkap.
  7. Faktur pajak bisa diolah menjadi bahan analisis untuk melihat pola pembelian konsumen dan menentukan promosi ke depannya.

 

Jenis Faktur pajak

Selanjutnya yang akan dibahas untuk mengupas tuntas faktur pajak adalah jenis-jenisnya. Secara umum, faktur pajak terbagi menjadi 3 bagian, sebagai berikut:

1. Faktur pajak Biasa

Jenis faktur pajak yang satu ini termasuk yang paling popular dan sering digunakan dalam dunia bisnis. Hal ini disebabkan karena faktur pajak biasa lebih mudah untuk dipahami. Tampilannya lebih sederhana dibandingkan dengan faktur pajak lainnya.

Faktur pajak pertama ini biasanya berisi transaksi yang tidak begitu rumit. Sehingga, faktur pajak biasa sering disebut sebagai faktur pajak yang paling sederhana daripada jenis lainnya. Biasanya, faktur pajak ini berisi daftar barang dan biaya yang harus pembeli bayarkan.

2. Faktur pajak Konsuler

Faktur pajak konsuler dapat dibilang lebih rumit daripada faktur pajak biasa. Hal ini tidak terlepas dari faktur pajak konsuler yang khusus melakukan segala transaksi atau perdagangan antar Negara (ekspor impor). Oleh karena itu, faktur pajak ini memerlukan data yang lebih detail serta legalitas dari beberapa pihak, misalnya perwakilan dari Negara tujuan, kantor konsuler, dan kedutaan besar.

3. Faktur pajak Proforma

Jenis faktur pajak ini sering disebut sebagai faktur pajak tentatif. Karena, faktur pajak proforma diberikan secara bertahap kepada pembeli sesuai dengan barang yang dikirim. Biasanya jenis faktur pajak ini akan digantikan dengan faktur pajak biasa saat semua pesanan telah terkirim. Selain berdasarkan fungsinya, jenis faktur pajak juga terbagi menjadi dua bagian berdasarkan bentuknya:

  • Hardcopy (Kertas)

Bentuk faktur pajak ini merupakan jenis yang sering Anda temui setiap harinya. Jenis faktur pajak ini biasanya dicetak pada selembar kertas dan berfungsi sebagai bukti sah pembayaran ataupun pengiriman.

  • Softcopy (E-Faktur pajak)

Elektronik faktur pajak atau e faktur pajak adalah jenis faktur pajak yang ada dalam bentuk elektronik dan tidak dicetak pada sebuah kertas. Faktur pajak ini tidak jauh berbeda dengan yang biasanya.

Karena faktur pajak ini juga memuat tagihan elektronik layaknya tagihan biasa. Hanya saja berbentuk digital. Fungsi faktur pajak elektronik pun sama yaitu untuk menjaga perjanjian antar dua belah pihak terpenuhi.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam membuat faktur pajak dan sistem transaksi keuangan lainnya, maka tak ada salahnya jika Anda menggunakan aplikasi.

Saat ini sudah banyak software akuntansi yang akan membantu Anda dalam mengurus keuangan. Salah satunya adalah Klik Pajak dari Mekari.

Aplikasi keuangan ini akan memudahkan Anda dalam mengatur faktur pajak dan proses keuangan lainnya di Online Shop Anda.