Belanja barang di negeri sendiri dengan belanja barang dari luar negeri tentu saja merupakan dua hal yang berbeda, meski kedua hal itu memiliki substansi yang sama, yakni membeli. Salah satu alasan, karena setiap negara pastinya memiliki regulasi yang berbeda terkait mendatangkan barang dari negeri luar.

Bagi perusahaan besar, aktivitas mengimpor barang seolah menjadi kewajiban. Biasanya, hal ini terkait dengan bahan baku yang memang hanya ada di negeri tertentu, atau terkait harganya yang lebih murah. Dengan demikian, impor barang akan menjadi aktivitas yang berkelanjutan.

Bagi anda yang memiliki perusahaan yang membutuhkan bahan baku dari luar, dan anda ingin melakukan impor barang, setidaknya ada 7 hal penting yang perlu anda perhatikan:

1.  Menentukan barang dan asal negara

Penting bagi anda untuk mengetahui kode HS, yaitu sebuah pengkodean barang impor yang tertera di BTKI, tahun 2012. Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk menentukan kode HS, diantaranya:

  • Menghitung biaya bea masuk, PPN, dan juga PPH
  • Jangan sampai menimbulkan masalah pengeluaran barang
  • Lakukan perijinan barang sebelum melakukan importir

2.  Menentukan cara penyerahan barang

Pada tahan ini, terdapat sebuah tanggung jawab yang dipegang oleh importir guna mengurus barang yang akan dibelinya. Tentu saja, hal ini bisa dilakukan negosiasi dengan seller. Namun, secara umum, terdapat biaya tambahan yang perlu ditanggung oleh pihak importir.

Sebagai permisalan, ketika anda membeli sebuah barang dari Shanghai, maka anda berkewajiban untuk melakukan tata pengurusan bagaimana barang itu akan di muat di pelabuhan terdekat dari barang. Bukan hanya itu, anda pun perlu mengurus bea masuk, PPH dan PPN, serta ongkos ekspedisi yang berlaku.

3. Tentukan cara pembayaran impor

Bagi anda yang hendak melakukan proses impor, maka anda perlu mengenal ragam pembayaran yang umum dilakukan, seperti:

  • Cash in Advance Payment
  • Red clause
  • Sight LC
  • Usance
  • Dan lain-lain

4. Mengurus Proses Ijin

Secara garis besar, perizinan impor bisa dibagi menjadi dua, yakitu pokok dan khusus. Perijinan pokok meliputi; Angka Pengenal Impor yang biasa disebut API, legalitas sebuah usaha seperti PT dan CV, hingga NIK kepabeanan.

Adapun perijinan secara khusus, hal ini berhubungan dengan jenis barang tertentu yang akan diimpor. Biasanya hal ini terkait dengan barang-barang atau komoditi yang dibatasi untuk dilakukan pegiriman.

5. Tentukan transporter

Pihak pengimpor barang harus memilih dengan tepat pihak yang menyediakan jasa impor barang. Nah, sebagai salah satu jasa terbaik, Kilo.id akan menjadi partner impor barang anda. Jasa ini sudah berpengalaman sebagai ekspedisi internasional sejak dulu kala.

6. Menentukan Penjadwalan

Melakukan penjadwalan adalah hal yang krusial. Misalnya anda ingin kirim barang dari Singapore ke Indonesia. Sebagai seorang pengimpor, anda harus mengetahui prosesnya secara detail. Kapan barang akan mulai dikirim, berapa lama proses pengecekan, waktu pengiriman, sehingga bisa mengkalkulasi kapan tiba di tempat anda. Jangan sampai anda keliru dalam menganalisanya, karena itu bisa saja membuat anda rugi karena barang tidak tepat waktu.

7. Melakukan Importasi Barang

Sesudah memilih transporter dan penjadwalan, maka berikutnya anda perlu memantau proses pengiriman barangnya. Tentu saja, setelah anda menuntaskan kesepakatan berupa perjanjian dan pembayaran antara seller dan buyer. Hal ini memungkinkan proses yang lumayan menguras energi, akan tetapi dengan Kilo.id semua bisa teratasi dengan baik.

Nah, itulah beberapa point penting yang perlu anda perhatikan tatkala ingin melakukan kegiatan impor barang. Semoga bermanfaat.

By tipseru